(Sedih)Setelah Membaca ini, Kamu Akan Tahu Seberapa Besar Perjuangan Seorang Ibu

Ada uangkapan bahwa kasih ibu itu sepanjang jalan. Kita pasti sudah pernah atau bahkan sering dengar kalimat yang satu itu. Bukan tanpa alasan kalau kasih sayang seorang ibu dikatakan sepanjang jalan. Pengorbanan ibu memang nggak main-main, lho. Nggak hanya sekedar merawat dan membesarkan kita, perjuangan dan juga pengorbanan seorang ibu sudah dimulai sejak beliau mengandung anaknya di dalam perut. Bisa dibayangin nggak sih, seorang ibu yang harus membawa-bawa bayinya di dalam perut selama sembilan bulan? Dan selama masa kehamilan itu, beberapa ibu tetap menjalani aktivitasnya sehari-hari mulai dari mengurus rumah tangga sampai bekerja di luar rumah.

Masa Kehamilan, Sebuah Awal Pengorbanan

ibu

Masa kehamilan juga penuh dengan cobaan. Diawali dengan dua bulan pertama di mana ibu seringkali mengalami morning sickness alias mual-mual di pagi hari. Makanan yang udah masuk ke dalam perut bisa kembali keluar, dan ibu nggak lagi punya nafsu makan.

Tapi yang namanya wanita hamil, harus tetap dapat asupan gizi, dong. Ibu harus tetap berusaha menelan makanan agar bayi di dalam perutnya mendapat gizi yang cukup. Perjuangan melawan morning sickness ini nggak mudah, lho, karena ada beberapa ibu yang sampai lemas, nggak bertenaga dan harus bed rest di rumah.

Morning sickness ini biasanya akan berakhir setelah usia kandungan mencapai tiga bulan ke atas.

Setelah mual-mual di pagi hari berakhir, apakah perjuangan ibu hamil sudah selesai? Of course, no! Jabang bayi dalam perut akan semakin bertumbuh besar dan otomatis tubuh ibu juga semakin membengkak.

Bagian kaki biasanya akan mengalami varises dan penambahan berat badan hingga belasan kilogram. Perut yang membesar juga akan membatasi gerak ibu hamil. Nggak bisa lagi deh jongkok-jongkok dan melakukan aktivitas berat seperti biasanya.

Puncaknya adalah pada trimester terakhir terutama pada usia kandungan sembilan bulan, saat kelahiran tinggal menunggu hari. Inilah saat yang ditunggu-tunggu, di mana ibu akan mempertaruhkan nyawa demi melahirkan sang buah hati ke dunia.

Konon katanya nih, sakit selama proses melahirkan sama halnya seperti dua puluh tulang yang dipatahkan sekaligus. Kebayang nggak sih seperti apa rasa sakitnya? Yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa nggak semua ibu selamat dalam menjalani proses melahirkan ini.

Angka kematian ibu saat melahirkan terbilang tinggi. Penyebabnya juga bermacam-macam, mulai dari pendarahan, komplikasi, penyakit dan lain sebagainya. Demi melahirkan sang buah hati, seorang ibu akan merelakan nyawanya sendiri. Bener-bener pengorbanan yang nggak main-main.

Inilah salah satu alasan kenapa kasih sayang ibu dikatakan sepanjang jalan. Karena yang dikorbankan oleh seorang ibu demi anaknya nggak hanya terbatas pada harta saja tapi juga nyawa.

Penderitaan Pasca Melahirkan

ibu melahirkan

Perjuangan ibu nggak berhenti sampai proses melahirkan yang menyakitkan itu saja. Setelah sang anak lahir ke dunia, ibu akan merawatnya dengan sepenuh hati, terjaga siang malam demi sang buah hati dan memberinya ASI.

Tentu saja, tugas merawat anak nggak hanya dilimpahkan pada ibu seorang tapi juga ayah sebagai orangtua. Tapi, ibu tetap memiliki peran besar terutama karena ibu lebih sering berada di rumah daripada ayah yang bertugas mencari nafkah.

Ketika masih bayi dan belum bisa memenuhi kebutuhan sendiri, ibu lah yang mengurus, merawat, memandikan, memberikan makan, dan secara keseluruhan memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya.

Yang nggak boleh dilupakan juga adalah perubahan fisik seorang perempuan setelah ia hamil, melahirkan dan menyusui. Hanya sedikit saja perempuan tertentu yang diberi anugerah di mana tubuhnya nggak melar setelah menjadi ibu.

Sebagian besar perempuan setelah melahirkan akan memiliki tubuh yang membesar akibat faktor hormonal. Belum lagi kaki yang membengkak dan mengalami varises serta bentuk payudara yang nggak seindah dulu. Perubahan bentuk fisik ini juga termasuk dalam pengorbanan seorang ibu, lho. Ibu rela bentuk badannya nggak lagi seindah dulu demi mengandung, melahirkan dan menyusui sang buah hati.

Tapi, tentu saja, ibu akan menjalaninya secara ikhlas dan lapang dada. Yang terpenting bagi ibu adalah, anaknya bisa lahir sehat dan selamat tanpa kekurangan apapun.

Pengorbanan ibu juga akan terus berlanjut sampai anak tumbuh dewasa. Mulai dari begadang saat sang anak terbangun di tengah malam, merawat anak yang sakit, mengajak anak bermain, mengajari sopan santun dan etika pada anak, membantu anak mengerjakan tugas sekolah, mendampingi anak saat sedang kesulitan menentukan pilihan hidupnya, hingga membesarkan hati anak saat ia merasa nggak mampu dalam melakukan sesuatu.

Semua ini belum ditambah dengan tugas sehari-hari sebagai istri dan juga ibu rumah tangga. Nggak salah kalau ada pepatah mengatakan, tugas seorang istri dimulai sejak matahari terbit hingga mata suami tertutup. Itu karena buanyak banget tugas harian yang harus dikerjakan oleh seorang ibu. Eits, ini juga belum termasuk kalau ibu rumah tangga turut bekerja membantu suami, ya!

So, dengan semua pengorbanan seorang ibu yang terpapar di atas, memang sudah seharusnya kita sebagai anak harus berbakti pada orangtua khususnya ibu. Surga di bawah telapak kaki ibu adalah pepatah yang bener banget. Ini artinya, kalau kita berbakti pada ibu, maka kita bisa mendapatkan surga.

Ibu bahkan diibaratkan sebagai malaikat tanpa sayap yang bertugas merawat kita di dunia. Bahkan dalam agama Islam, saat Rasullullah salallahu ‘alaihi wassalam ditanya kepada siapa kita harus berbakti, beliau menjawab Ummi yang artinya ibu sebanyak tiga kali, setelah itu barulah beliau menjawab Abi yang artinya ayah.

Ingin Berbakti kepada Orang Tua? Lakukan Hal Ini!

berbakti kepada orang tua

Berbakti pada orangtua khususnya ibu sebenarnya nggak sulit, lho. Kita nggak harus menyediakan rumah mewah dan harta yang banyak untuk beliau. Yang terpenting adalah nggak menyusahkan orang tua.

Bangun pagi tiap hari dan membantu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga sudah sangat membantu ibu, lho. Orangtua juga sebenarnya nggak mengharapkan kita untuk memberi mereka harta dalam jumlah banyak.

Yang sebenarnya mereka harapkan adalah kita bisa menjadi pribadi yang baik, berbakti pada orangtua dan taat terhadap agama. Menyenangkan orangtua nggak sulit, kok. Kita bisa melakukannya bahkan ketika kita belum mendapat pekerjaan tetap yang gajinya memuaskan.

Dan, mengingat semua pengorbanan yang udah dilakukan orangtua khususnya ibu, pastinya kita dilarang keras buat bertindak durhaka pada beliau. Dosanya gede banget, lho, bahkan termasuk dalam dosa besar yang sebaiknya kita hindari.

Ingat selalu bahwa apapun yang kita perbuat untuk orangtua khususnya ibu, tetap nggak akan bisa mengganti air susu yang beliau berikan pada kita semasa bayi dulu. Kita juga harus tau apa aja pengorbanan seorang ibu agar lebih paham apa saja yang sudah beliau berikan untuk kita.

Mungkin ada kalanya kita bakal berselisih paham dengan ibu di rumah, tapi bukan berarti kita bisa membangkang padanya dan bertindak semau kita sendiri. Semoga uraian di atas bisa membuat kita paham betapa besar cinta dan kasih sayang seorang ibu pada anak-anaknya.

Berikan Komentar