Perjalanan ke Tempat Keramat: Petilasan Syech Jambu Karang

elzjava.blogspot.com
elzjava.blogspot.com

Perjalanan ke Tempat Keramat: Petilasan Syeikh Jambu Karang – Di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, terdapat salah satu tempat yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Ardi Lawet kebanyakan orang menyebutnya atau sering juga di sebut sebagai petilasan Syeikh Jambu Karang

Sejarah Singkat Tentang Syeikh Jambu Karang

Syeikh Jambu Karang merupakan putra dari Raja Pajajaran, Prabu Brawijaya Mahesa. Nama kecil beliau adalah Adipati Mendang (R Mundingwangi). Menurut silsilah, seharusnya Syeikh Jambukarang mendapatkan tahta kerajaan dari ayahnya. Namun beliau memilih jadi petapa.

Menurut sejarah, Jambu Karang melihat tiga cahaya dari arah timur saat bertapa di Jambu Dipa atau Gunung Karang, Banten.

Melihat kejadian itu, beliau dan para pengikutnya mencari sumber cahaya tersebut hingga mereka menemukan sebuah perbukitan di Desa Pekiringan. Perbukitan itu bernama Ardilawet. Kemudian mereka mendirikan tempat per tapaan di sana.

Di saat yang sama, Syech Atas Angin yang berasal dari Arab dan telah menyebarkan agama Islam di Purbalingga juga melihat cahaya dari timur tersebut.

Singkat cerita, beliau sampai di perbukitan Ardilawet dan bertemu dengan Jambu Karang yang sedang bertapa. Disapa dan diucapkannya salam kepada Jambukarang , namun beliau tidak menjawab.

Tidak hanya salamnya yang diacuhkan, Jambu Karang mengajak beradu kesaktian dengan Syech Atas Angin. Lalu mereka beradu kesaktian dan Jambu Karang kalah karena ilmu yang dimiliki Syech Atas angin lebih tinggi.

Dari kekalahan itu, Jambu Karang meminta Syech Atas Angin untuk menjadi gurunya. Tidak hanya menjadi gurunya, beliau juga dinikahkan dengan putrinya yang bernama Rubiah Bekti.

Setelah memeluk Islam, Syech Jambu Karang aktif menyebarluaskan agama Islam di Kabupaten Purbalingga.

Menuju Petilasan Makam Syeikh Jambu Karang

Pintu Masuk Menuju Gerbang Ardi Lawet
Pintu Masuk Menuju Gerbang Ardi Lawet | langgamlangitsore.blogspot.com

Seminggu sebelum puasa kemarin, saya melakukan pendakian ke Ardi Lawet. Lokasinya tidak begitu jauh dari rumah, hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk mencapai pintu gerbang Ardi Lawet. Tujuan saya hanya  ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah petilasan ini.

Setiap orang atau peziarah biasanya memiliki hajat atau keinginan sebelum melakukan pendakian ke Ardi Lawet. Kebanyakan dari mereka biasanya akan bermunajat dengan hal-hal keduniawian. Misalnya agar usahanya lancar, atau selalu diberikan rizki yang berlimpah.

Karena dipercaya jika berdoa di Makam Syeikh Jambu Karang maka doanya akan cepat terkabul.

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp.5000, saya mulai mendaki untuk mencapai pos pertama. Untuk menuju petilasan, saya harus melewati empat pos. Yang masing-msing pos berjarak sekitar 800 meter.

O ya, para peziarah yang datang tidak hanya dari Indonesia saja , tetapi ada juga yang berasal dari luar negeri. Seperti Belanda, Norwegia, Perancis dan masih banyak lagi. Mereka datang tidak hanya sekali. Hampir setiap satu tahun sekali, mereka akan berziarah. Fakta ini saya dapatkan ketika berbincang dengan seorang  dari warga sekitar yang rutin berziarah ke makam Syeikh.

Beristirahat di Pos 3

IMG_8376
Sampai di Pos 3 | argasetiyadi.blogspot.com

Tak terasa sudah mencapai pos ke 3. Sejenak saya beristirahat sambil menikmati pemandangan kota Purbalingga dari atas bukit yang masih terlihat hijau.

Pemandangan Kota Purbalingga dari Atas Bukit
Pemandangan Kota Purbalingga dari Atas Bukit
Jalan Menuju Pos 3
Jalan Menuju Pos 3

Setelah tenaga kembali terisi, saya melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai ke Petilasan Syech Jambu Karang. Untuk kamu yang kelelahan, di petilasan ada 3 warung yang menyediakan makanan dan minuman.

3 thoughts on “Perjalanan ke Tempat Keramat: Petilasan Syech Jambu Karang

  1. endingnya agak nggantung nih… ada lanjutannya atau emang dah slese tuh?
    keep posting broo

    • Siap gan, tunggu artikel lanjutannya ya

Berikan Komentar

Pin It on Pinterest

Shares
Share This